Pemkot Depok Jamin Pembiayaan Korban Perkosaan di Angkot

Pemerintah Kota Depok menanggung seluruh pembiayaan Ros, korban perkosaan, di dalam angkot beberapa waktu lalu. Sepeser pun Ros tidak akan dikenakan biaya perawatan rumah sakit.

"Semua pembiayaan ditanggung Pemerintah Kota Depok. Semuanya akan direimburs berdasarkan kalkulasi pihak Rumah Sakit Polri," kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, usai menjenguk Ros, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (19/12).

Dalam kunjungan Wali Kota bersama Wakil Kepala Polres Depok AKBP Ahmad Kamal, Nur menyerahkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan RS Polri selama perawatan.

"Kita juga serahkan persyaratan administrasi yang bersangkutan bila diperlukan rumah sakit," ujarnya.

Menghindari hal serupa terjadi, menurut Nur, saat ini Dinas Perhubungan setempat beserta kepolisian melakukan razia malam hari khususnya kepada angkot yang beroperasi tanpa izin.

Di tempat sama, Kepala Dishub Kota Depok Dindin Djaenudin mengatakan, saat ini di Depok terdapat 2.896 angkot yang beroperasi dan 3.500 angkot yang beroperasi lintas batas yang izinnya dikeluarkan Pemerintah DKI Jakarta, Pemda Jabar, dan Kementerian Perhubungan. Khusus kementerian perhubungan diberlakukan untuk bus antar kota antar provinsi.

"Sementara untuk angkot di mana peristiwa (perkosaan) terjadi itu melanggar batas lintasan," katanya.

Saat ini Pemkot Depok tengah melakukan sosialisasi penggunaan atribut resmi awak angkot dari mulai seragam sampai dengan kartu anggota. Hal ini untuk menyaring sopir tembak yang kerap beroperasi di wilayah Depok.

Sementara itu, Kepala RS Polri Brigjen Pol Budisiswanto mengatakan, kondisi Ros saat ini sudah mulai membaik. Korban masih memerlukan pemulihan korban yang telah dioperasi, Sabtu (17/12) kemarin.

"Secara fisik pasien baik, sudah tenang dan kooperatif. Dia membutuhkan 5 hari lagi untuk pemulihan pasca operasi," kata Budi

0 komentar:

Post a Comment